Bocah di Sukabumi Tewas Saat Main Game Online, Ini Penyebabnya!

Bocah di Sukabumi Tewas Saat Main Game Online, Ini Penyebabnya!

Bocah di Sukabumi Tewas Saat Main Game Online, Ini Penyebabnya!

Peristiwa nahas terjadi menimpa bocah pria yang malang berusia 14 tahun di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Tubuhnya luka bakar akibat tersambar petir saat asyik bermain game online.

Kejadian itu terjadi saat dirinya bersama tiga orang teman lainnya yang sedang asyik bermain game online di panggung kesenian dekat pos ronda area lapangan.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Cigoong, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal pada hari Selasa, 28 September 2021. Saat itu, hujan sedang lebat dan banyak sekali petir hingga menyambar ke pos ronda. Diduga korban terkena percikan api dari sambaran petir tersebut.

Akibat dari kejadian tersebut, tubuh pada bagian kanan bocah tersebut melepuh akibat luka bakar yang dialaminya. Kemudian dengan sidgap langsung dilarikan de rumah sakit RSUD Sekarwangi Sukabumi untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, nasib berkata lain, bocah tersebut tidak terselamatkan nyamwanya saat sedaang dilarikan ke rumah sakit yang dituju.

Jangan Sekali-kali Menyalakan Barang Elektronik Saat Hujan Deras!

Jangan Sekali-kali Menyalakan Barang Elektronik Saat Hujan Deras!

“Kami baru saja menerima laporan pada Selasa malam pukul 20.00 WIB. Menurut keterangan dari orang tua, korban tersambar petir akibat bermain game online di tengah lebatnya hujan deras. Luka bakar yang dialaminya 50 persen pada tubuh bagian kanan meliputi kepala, tangan, dan punggung. Namun korban tidak selamat akibat peristiwa tersebut saaat dilarikan ke RSUD terdekat,” jelas Humas RSUD Sekarwangi, Ramdansyah pada hari Rabu 29 September 2021 lalu.

Pupud, selaku dari orang tua korban membenarkan kejadian tersebut bahwasanya anak lelakinya tewas akibat tersambar petir saat bermain game online di ruang terbuka.

Baca Artikel Terkait: Game Online Diusulkan Harus Punya TKDN Untuk Menggenjot Industri Digital Lokal

“Dia main dengan teman, di panggung gitu. Saya lagi di rumah. Teman anak saya datang ke rumah, anak saya pingsan, lalu ditolong pak RT. Kondisi lagi hujan petir, saat kejadian juga ada TV warga yang rusak,” kata Pupud.

Menurutnya, daerah tempat anaknya bermain itu sering terjadi petir yang sangat besar. Sudah beberapa kali kejadian petir itu menyambar dan merusak beberapa peralatan elektronik lainnya milik warga setempat.

“TV sering rusak akibat terkena sambaran petir tersebut. Kalau korbannya warga, sepertinya baru kejadian ini yang menimpa ke anak saya.” pungkasnya sambil menahan isak tangis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>