Kecanduan Anak Dalam Game Online

Kecanduan Anak Dalam Game Online yang Semakin Populer

Kecanduan Anak Dalam Game Online – Komisioner komisi Perlingdungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti memandang peran terhadap orang tua sangat lah penting dalam mencegah dalam kecanduan bermain game online yang sedang populer di jaman sekarang.

Kecanduan Anak Dalam Game Online

Dijaman sekarang yang semua menggunakan teknologi yang sangat modern membuat anak juga sangat berkemabang dengan teknologi yang sudah banyak di perjual belikan di pasaran. Salah satu ancama terbesar untuk anak yang masih di bawah umur adalah game onlinenya sedang marak di dunia seperti game PUBG, Mobile legend, Free Fire, dan Dota 2.

Anak kecil yang memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi dan ingin mengetahui apa yang sedang dilakukan orang dewasa menimbulkan rasa penasaran yang sangat tinggi terhadap anak kecil yang ingin merasakan game online tersebut.

Pengamat pendidikan juga sudah menghimbau untuk lebih memperhatikan anak yang masih berusia tanggung, agar tidak menjadi pecandu game online yang sedang marak di bicarakan masyarakat Indonesia saat ini, tidak di pungkiri bank kalangan anak mudah yang sukses di gim online dan menjadikan game online mesin pencari uang di jaman sekarang akan tepapi anak yang masih berusia tanggu membutuhkan bimbingan pendidikan yang harus ia tempu untuk menjadi karakter dirinya sendiri di suatu saat nanti.

Jika ia tidak berhasi di dunia game apa yang terjadi dengan dirinya sewaktu ia memutuskan sekolah dikarenakan game online yang diawal ia suka, setelah dewasa ia akan mengerti dan semua itu seudha terlambat baginya.

Peran orang tua disini dibutuhkan untuk memberikan aturan mengenai pembatasan anak menggunakan gawai. sebab, jika tidak ada pengawas, anak bisa menggunakan gawai yang ia suka dan menyebabkan kecanduan ,pada anak dan berdampak pada pendidikkan mereka.

Tanpa peraturan yang diberika orang tua biasanya anak akan bermain game online dari sore menjelang subuh baru lah ia tertidur dikarenakan kelelahan mata dalam dirinya sendiri.

Permintaan dinas pendidikan di kota tanggerang juga sudah di berika kepada seluruh wali siswa yang akan menjalani pelajaran online di rumah, di karenakan siswa yang suka menyalagunakan gadget yang tidak seharusnya. Gadget yang seharusnya di gunakan untuk belajar malah untuk di gunakan bermain game online yang sedang marak di sosial media, ada lagi siswa yang malah bermain sosial media saat waktu belajar online dengan guru. Dampak dari gadget ini lah yang akan menjadi kedala siswat yang sedang lecanduan game online ataupun bermain sosial media.